Pencarian itu akhirnya ada hasilnya, setelah bertahun-tahun dicari. Dari pedagang kaki lima di daerah pasar beringharjo, distro kaset di mall sampai rajin googling hasilnya nihil.
Saya bukan mencari seseorang ataupun siapapun yang berhubungan dengan masa lalu, tapi yang saya cari hanya seuntai lyrics yang mengingatkan pada ketakberdayaan akan kehidupan di masa yang telah lewat. Bekas kebodohan yang selalu melekat sampai sekarang. Aku ingat bagaimana pertama kali kenal dengan lagu itu…di suatu kota nan jauh di sana. Kotanya tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil. Setiap orang yang datang akan mengatakan bahwa kota ini memenuhi segala hal. Kecil, tapi sungguh dasyat pengaruhnya ke negeri ini. Akh..aku tidak akan membahas kota itu lagi, yang sekarang aku temukan adalah kenangan dengan lagu…sebetulnya bukan kenangan..tapi mungkin pengingat akan kejahiliaahan yang pernah ada di masa yang lewat.
“Mengalun Tembang Biru
Terasa Menyiksa Kalbu
Kini Jiwa Hanya Bisa Merasakan
Saat Kecewa Berselimut Awan Kelabu
Inikah Awal Kisah
Yang Tak Pernah Kubayangkan
Bagaimana aku Harus Bertahan
Dalam Kesepian
Yang Mencekam Hidupku Ini
Tembang Biru Cintamu
Yang Mengalun Dari Cinta Kelabu
Tembang Biru Langkah Awal
Kehidupan Baru Cintaku”
Dan lyrics nya mewakili apa yang terjadi sesungguhnya. Sampai sekarang…walaupun aku tidak pernah memahami pada akhirnya, kenapa sikapnya tidak pernah menunjukkan empaty sedikitpun sampai sekarang.
Posted on March 17, 2010
0